Catatan Pribadi

Melihat Sekolah Lazuardi

Follow Kediri – Baru kemarin saya ngobrol tentang Barbershop dan Sepatu, eh kini ada tawaran lagi. Duh Gusti, tegakah Engkau menerpaku dengan segala tantangan ini, padahal Engkau tahu aku orang yang tak bisa menolak setiap tantangan.

Sedikit bercerita, di detik-detik akhir jam kerja salah satu rekanku menyampaikan sebuah tawaran yang cukup menarik. Dia mengatakan ada salah satu institusi pendidikan di Jakarta ingin dibranding. Kebetulan institusi tersebut milik tokoh ternama di Indonesia, yakni Haidar Bagir.

Yups, institusi itu bernama Sekolah Lazuardi, atau yang dikenal dengan Global Islamic School. Rekanku menyampaikan kalau dia barusan bertemu dengan rekan seprofesinya yang kini bekerja di Sekolah Lazuardi.

Katanya Sekolah Lazuardi ingin dibranding via digital. Mendengar perkataan tersebut batinku berkata, “Wah, kesempatan nih.” Lah, njelalah, rekan kerjaku malah ngomong, “Gimana Fi, sekarang Sekolah Lazuardi lagi butuh banget digital branding, kira-kira kita bisa gak? Kan kamu nanti yang eksekusi.”

Tanpa basa basi langsung aku jawab, “Bisa, bisa banget. Soal digital branding tiada kata penolakan.”

Eh dia malah ketawa. Usai aku verifikasi, rekanku langsung konfirmasi ke temannya kalau projek branding ini kami yang ambil. Sembari dia koordinasi aku sedikit ngintip nama Sekolah Lazuardi di Google, kira-kira seperti apa sih kondisinya. Tertata rapikah, atau justru berantakan.

Baca juga 3 Agenda Besar Untuk Kediri

Ladalah, ternyata hasilnya di luar dugaan. Aku kira web utama sekolah Lazuardi akan berada di posisi pertama, eh malah tidak. Posisi pertama justru diisi dengan berita yang menurunkan elektabilitas sekolahnya Haidar Bagir tersebut.

Google Suggest Sekolah Lazuardi

sekolah lazuardi

Melihat kondisi yang seperti ini, aku langsung nyolot, “Hasil diagnosaku, Sekolah Lazuardi butuh obat SEO yang ampuh.” Bagaimana tidak, sentimen Syiah di Indonesia masih relatif negatif. Masih cukup banyak kelompok konservatif yang meneriakkan anti Syiah di Indonesia. Dengan begitu Sekolah Lazuardi akan terkena dampak yang signifikan dari isu tersebut.

Karenanya saran pertama dan utama dari aku adalah perbaiki kualitas web dan seo-nya. Ini penting banget dan sifatnya urgent. Lagi-lagi keyword Sekolah Lazuardi Syiah bukan hanya di Google Suggest doang loh, tapi di pos identik Google juga.

Pos Identik Sekolah lazuardi

sekolah lazuardi

Lumayan parah kan? Bagi aku sih ini cukup parah, dan perlu diobati segera.

Mendengar penjelasanku, dia menimpali dengan fakta yang cukup mengejutkan. Katanya, selama ini sekolah besutan penulis Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan tersebut tidak memiliki tik digital marketing.

What? Kok bisa? Oh, mungkin fokus ke kualitas pendidikan sehingga kelupaan membentuk tim digital marketing.

Ngobrol punya ngobrol, Insya Allah tanggal 15 Oktober 2018 kami akan bertemu dengan pihak sekolah terkait pembahasan ini.

Karena aku tidak suka tangan kosong, malamnya aku membuat sedikit persiapan terkait kondisi keyword Sekolah Lazuardi di mesin pencarian, khususnya Google. Intinya, hasilnya kurang bagus dan butuh banyak pembenahan.

Nah, disana aku juga memberikan sedikit beberapa saran,

  • Meningkatkan kualitas website di mesin pencarian
  • Meningkatkan kualitas SEO web utama dan web penunjang, baik DA, PA maupun Backlink
  • Pengadaan website dinamis Sekolah Lazuardi
  • Fokus membidik kata kunci sesuai hasii riset keyword

Untuk SEO, aku kira ke empat saran itu penting dan harus segera diaplikasikan. Adapun untuk media sosial, strategi digital branding lainnya akan aku jabarkan setelah mendengar keluhan dan harapan dari pihak sekolah.

Yah mungkin itu dulu dari aku, semoga semua ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Sekali lagi, aku paling tidak bisa menolak, khususnya menolak tantangan.

Tags
Show More

Mas Halfi

100% Kediri. Ingin meminang Gadis Kediri. Kini sedang meniti karir di Ibukota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close