Risiko Kurang Tidur pada Kinerja Otak

Banyak pendapat tentang waktu yang tepat untuk tidur. Namun, secara umum waktu ideal setiap orang antara 6 hingga 8 jam dalam sehari semalam.

Tidur atau istirahat selama 5 – 8 jam dipercaya bisa membuat tubuh senantiasa bugar dan terjaga kesehatannya. Tidur cukup juga memungkinkan otak tetap terjaga dan mampu menyimpan memori dengan baik.

Seorang profesor ilmu saraf dan psikologi di University of California, Berkeley, California, Mattew Walker mengungkapkan jika seseorang sangat penting memiliki tidur cukup setiap harinya.

Kurang tidur bisa memengaruhi kesehatan otak. Otak jadi organ terpenting dari tubuh karena fungsi tubuh dikendalikan oleh otak. Dirangkum dari Fimela.com, kurang tidur bisa meningkatkan risiko menurunnya kinerja otak.

Berkembangnya Racun

Kurang tidur sangat berpotensi menyebabkan protein beracun bernama betaamiloid berkembang di otak. Protein ini sendiri bisa meningkatkan risiko penyakit alzheimer dan demensia, seperti dilansir bustle.com.

Semakin kurang waktu tidur seseorang, maka akan semakin besar potensi seseorang menderita alzheimer dan demensia di usia muda. Demensia merupakan gejala yang ditandai dengan penurunan kemampuan otak untuk berpikir, mengingat, dan berkomunikasi akibat matinya sel-sel otak.

Selain itu, orang-orang yang memiliki waktu tidur kurang juga sangat berisiko menderita berbagai penyakit mematikan lainnya seperti jantung, obesitas, diabetes, hingga perkembangan sel kanker. Kurang tidur menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun drastis dan rentan terserang berbagai penyakit, termasuk bakteri jahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *