Mengenal Gangguan Body Dysmorphic Disorder yang Sering Dialami Banyak Orang

Body Dysmorphic Disorder

Perasaan tidak aman atau lebih dikenal dengan insecure banyak dialami oleh anak muda, meskipun tak jarang banyak orangtua yang juga merasakan hal ini. Membandingkan diri dengan orang lain dan menerima ucapan buruk atas penampilannya bisa menjadi penyebab rasa tidak aman itu muncul. Jika insecure itu terus saja dibiarkan maka bisa saja muncul gangguan mental seperti BDD. Istilah BDD atau Body Dysmorphic Disorder merupakan gangguan mental yang berkaitan dengan kondisi tubuh.

Anda mungkin kenal dengan orang atau bahkan teman Anda sendiri yang merasa memiliki kekurangan pada tubuhnya. Kekurangan tersebut bisa berasal dari berat badan, bentuk dan warna wajah serta warna kulit. Hal ini sering terjadi seiring dengan standarisasi untuk ukuran cantik yang ditetapkan oleh masyarakat pada umumnya.

Mencegah Munculnya BDD

Rasa insecure yang terus menerus dibiarkan memiliki dampak yang tidak baik untuk tubuh dan bahkan karir. Berkurangnya rasa percaya diri bisa menghalangi seseorang untuk melakukan aktivitas meraih impian dan mempersempit ruang gerak. Body Dysmorphic Disorder bisa mempengaruhi kehidupan masa depan Anda. Oleh sebab itu, kenali sedini mungkin apa itu BDD dan bagaimana tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah dan menghindarinya. Berikut ulasannya untuk Anda:

1. Penyebab

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab BDD yaitu ketika seseorang mempunyai penyakit atau kelainan yang berpengaruh pada penampilannya. Selain itu, bisa disebabkan oleh lingkungan yang tidak menyayanginya sehingga menerima perlakuan buruk. Dari sisi medis, teori terkait cairan kimia dalam otak yang tidak seimbang atau lebih dikenal dengan hormone serotonin mempengaruhi kapasitas obsesi seseorang.

2. Gejala

Saat Anda sering merasa insecure dan mengetahui gejala BDD segera perbaiki pola berpikiran dan konsultasikan dengan dokter. Selama pandemi Covid 19 pun Anda dapat berkonsultasi melalui platform dokter online seperti halodoc.com. Gejala tersebut antara lain merasa cemas setiap hendak keluar rumah untuk bertemu orang lain. Kecemasan tersebut dibarengi dengan pikiran yang meng-underestimate penampilan diri sendiri.

Gejala lain yaitu terobsesi untuk melakukan perubahan pada bagian tubuh yang tidak disenangi. Seperti melakukan diet secara terpaksa dan berlebihan untuk mengurangi berat badan. Kegiatan dengan orang lain dibatasi karena cemas akan pikiran orang lain tentang kekurangan tubuh yang dimiliki.

Tidak mudah untuk mengenali gejala-gejala tersebut. Sebab gejalanya mirip dengan keadaan cemas yang mungkin saja ditimbulkan oleh tekanan pekerjaan yang dialami. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengontrol dan mengenali perbuatan diri sendiri. Sering berintropeksi sebelum tidur juga bisa digunakan untuk mengenali gejalanya.

3. Pencegahan

Gangguan BDD bisa terjadi pada siapa saja. Untuk mencegah sedini mungkin hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan menetapkan prinsip bersyukur dan menyayangi diri sendiri. Bersyukur menjadi cara paling ampuh sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan. Di luar sana banyak orang yang mungkin tidak seberuntung Anda saat ini. Lalu menyayangi diri sendiri bisa mendorong Anda untuk tetap percaya diri dan membantu dalam meraih kesuksesan.

Jika Anda merasa mengalami gejala Body Dysmorphic Disorder cobalah untuk berkonsultasi ke dokter. Jika tidak memungkinkan untuk datang ke rumah sakit Anda bisa menggunakan layanan yang diberikan oleh Halodoc. Halodoc merupakan salah satu platform yang menghubungkan Anda dengan dokter-dokter hebat lainnya melalui sebuah aplikasi. Cukup install aplikasi Halodoc dan kemudian Anda dapat mengkonsultasikan kekhawatiran Anda terkait dengan BDD maupun penyakit yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *