Sharing

Siapa Master SEO di Indonesia?

Mas Halfi – Siapa master SEO di Indonesia? Apa tolak ukur seseorang disebut Master SEO? Lebih-lebih menggondol predikat se-Indonesia. Bisakah Mas Halfi disebut sebagai Master SEO di Indonesia?

Sejujurnya saya termasuk orang yang males banget ngobrol soal SEO. Bahkan sejak pertama komunitas blogger Jakarta saya dirikan, saya sudah alergi dengan SEO. Entah kenapa bisa begitu. Bisa jadi karena memang belum paham atau belum tersentuh manisnya SEO.

Persepsi itu masih tertanam sampai hari ini. Dalam kegiatan blogging, SEO bagi saya bukan hal yang menarik. Masih banyak sektor lain yang lebih substansial ketimbang sekedar SEO. Seperti halnya kualitas konten, karakter tulisan, gaya bahasa, hingga penggunaan hermeneutika.

Namun manusia tetaplah manusia. Kapapun hatinya bisa dibolak-balikkan oleh sang Maha Kuasa. Pun dengan persepsi saya, bila sebelumnya saya benar-benar alergi SEO, entah kenapa hari ini saya mulai penasaran dengannya.

Siapa Master SEO di Indonesia?

Untuk mengobati rasa penasaran ini, saya coba mencari tahu siapa master seo di Indonesia lewat Google. Setidaknya untuk menjawab pertanyaan di atas, saya fokus pada dua keyword.

  • Master SEO di Indonesia
  • Rahasia SEO

Hasil pencarian di Google dengan keyword pertama, muncul beberapa pegiat SEO yang cukup familiar, seperti Mas Sigit Hermawan dan Mas Didik Arwinsyah. Keduanya adalah pembicara internet marketing yang sudah melalang lintang dan diakui kompetensinya.

Dari seluruh web yang muncul di halaman pertama Google, hampir semuanya menawarkan jasa SEO. Jadi cukup wajar sih kalau mereka membidik keyword-keyword semacam Master SEO di Indonesia, Jasa SEO di Indonesia atau keyword yang berhubungan dengan layanan maupun pengakuan.

Tak puas dengan hasil pencarian keyword Master SEO di Indonesia, kemudian saya mencari tahu tentang Rahasia SEO. Tujuan saya tak lain adalah menggali apa saja proses kreatif SEO sehingga halaman web yang dibidik bisa nongol paling atas.

Hasil pencarian keyword Rahasia SEO justru cukup memberikan informasi ketimbang Master SEO di Indonesia. Di KW ini saya memperoleh banyak pengetahuan tentang SEO, mulai dari apa itu SEO On Page, Off Page, Link Building, dan masih banyak lagi.

Karena semakin penasaran, aku minta rekomendasi manteman tentang web yang fokus membahas SEO. Diantaranya ada Juragan Cipir, Mas Sugeng, Panduan IM, Blogodolar, Bloggueblo dan Blogoblook. Hampir semua artikel tentang SEO di beberapa web tersebut saya baca tuntas.

Kesimpulannya, SEO itu ribet dan rumit. Pantas saja kalau dari awal saya sudah alergi dengannya. Bisa dibilang, kalau ada yang ngomongin SEO, kulit saya langsung gatal-gatal. (Hahahaha, canda Bosku).

Usai baca penjelasan dari beberapa web tersebut, muncul pertanyaan baru,

Apa tolak ukur seseorang disebut master SEO?

Menjawab pertanyaan ini saya tak serempong pertanyaan pertama. Meminjam bahasa William James tokoh filsafat Pragmatisme, “sosok ahli adalah mereka yang membuktikan, bukan menjelaskan.”

Nah,  pernyataan James William tadi sudah cukup memberikan jawaban. Tolak ukur seseorang disebut Master SEO adalah mereka yang mampu membuktikan kemampuanya, bukan cuma pandai menjelaskan saja.

Bagaimana pembuktiannya?

Ini yang beragam jawabannya. Ada yang lewat lomba, sertifikasi, popularitas atau hasil pengerjaan projek. Masing-masing personal punya cara tersendiri untuk pembuktian dirinya.

Sebut saja mas Dede Sobirin yang kerap dijuluki Raja Backlink. Sejauh pengetahuan saya, Mas Dede Sobirin termasuk pegiat SEO yang sering banget menggondol juara.konten SEO. Kemenangan yang ia peroleh bisa disebut sebagai ajang pembuktian kalau dirinya berkompeten di bidang SEO.

Perlu dicatat pula, menguasai satu keyword belum tentu bisa menguasai keyword yang lain. Menjuarai satu perlombaan SEO, belum tentu bisa memenangkan lomba SEO yang lain.

Artinya, SEO sangat dinamis. Dinamisnya sama persis dengan algoritma Google yang kerap berubah dari waktu ke waktu. Dan ini pula yang membuat saya alergi dengan SEO. Lagi pula di Indonesia juga belum ada instansi khusus yang menaungi pegiat SEO di seluruh Indonesia. Sehingga tidak ada penyematan gelar terkhusus, lebih-lebih ada lebel se-Indonesia.

Saya pribadi lebih sepakat semua orang bisa menyebut dirinya sebagai master SEO. Ini lebih fair tanpa harus mengkerdilkan yang lain. Walau cuma sekali dua kali menjuarai kontes SEO, setidaknya ia sudah membuktikan kompetensinya.

Apa tolak ukur seseorang disebut master SEO? kesimpulannya adalah mereka yang berhasil membuktikan kompetensinya, baik dalam skala konten, sertifikasi, projek, pelayanan atau yang lain.

Terakhir,

Bisakah Mas Halfi disebut Master SEO di Indonesia?

Jawabannya, tidak boleh. Karena usai membaca kesana kemari saya masih alergi dengan SEO.

Sekian.

Tags
Show More

Mas Halfi

100% Kediri. Ingin meminang Gadis Kediri. Kini sedang meniti karir di Ibukota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close