Catatan Pribadi

Berbershop dan Tawaran yang Menggiurkan Tentang Sepatu

Beberapa hari lalu saya sempat diskusi dengan seorang teman tentang bisnis yang sedang ia kembangkan. Kebetulan dia Notaris dari Kabupaten Cianjur dan kini sedang aktif di Jakarta. Selain sebagai notaris, dia juga punya beberapa bisnis sampingan berupa Barbershop dan layanan cuci sepatu branded.

Diskusi kami cukup seru. Banyak aspek bisnis yang kami bahas, mulai dari branding, layanan, kepuasan pelanggan, karakter sampai legalitas bisnis.

Singkat cerita, di tengah diskusi dia melempar pertanyaan yang membuat saya kelabakan menjawabnya. “Fi, temen Lo ada gak yang fokus membahas barbershop atau dunia sepatu?”

Duh, gimana ya, sejauh mata memandang saya belum melihat ada blogger yang fokus membahas keduanya, terlebih di Blogger Jakarta. Ya mau tidak mau saya jawab, “Wah, untuk saat ini belum ada sih mas. Kenapa emang?”

Usai ngomong begitu, entah ini berupa rizki atau godaan, dia malah melontarkan satu penawaran, “Masak sih Fi? Ya udah kalau gitu, kenapa gak Lo aja yang bahas. Lo bisa kan nulis tentang barbershop atau sepatu?”

Ini nih pertanyaan yang kerap saya terima ketika diskusi dengan penerobos bisnis. Selalu dan selalu berujung pada tawaran. Payahnya, saya selalu gagal untuk menolak tawaran tersebut.

“Bisa saja sih Mas, tapi lumayan keder kalau harus megang segitu banyaknya. Belum lagi projek saya yang UMKM dan Kediri, itu saja masih proses pengembangan. Tapi coba dulu saja deh.”

Jiahahaha, jawaban yang awalnya terkesan nolak tapi berujung menerima. Ya begitulah gaya saya :v.

Dari tawaran itu, kemudian diskusi ini kami lanjutkan di sebuah cafe holic daerah Lebak Bulus. Seperti biasa agar diskusi berjalan dengan kidmat, sebungkus rokok Surya dan secangkir kopi harus tersedia.

Singkat cerita, ada beberapa hal dia tawarkan pada saya.

Pertama, membangun media online tentang barbershop dan sepatu

Seperti Jagat Review, tapi ini tentang barbershop dan sepatu. Pertimbangan dia atas penawaran ini adalah karena di Indonesia sendiri masih sangat sedikit yang konsen dengan kedua topik ini.

Saya sendiri setelah browsing di Google juga cukup kesulitan mencari web/blog yang fokus membahas kedua topik di atas, khususnya sepatu. Padahal di Indonesia pecinta sepatu buanyaak banget.

Beda cerita dengan Youtube. Di Youtube channel yang membahas barbershop dan sepatu sudah cukup banyak, contohnya Kemal Palevi. Sedangkan di blog, hampir sulit ditemukan. Eits, ini konteks Indonesia ya, bukan luar negeri.

Berangkat dari sini, dia ingin ada blogger yang berkenan dan bisa membahas kedua topik di atas. Selain karena belum banyak yang bahas, barbershop dan sepatu di index-nya selalu naik dari tahun ke tahun.

Kedua, Siap invest dan  mempertemukan dengan pecinta sepatu branded

Wah, tawaran yang kedua ini bikin ngilu sih. Jujur saja ya, saya bukanlah pecinta sepatu layaknya Kemal Palevi. Alih-alih megang sepatu Adidas NMD yang harganya 50 jutaan itu, sepatu yang saya pakai aja cuma ATT.”

Tapi gimana ya, sampai hari ini saya belum menjawab secara pasti tawaran itu. Ada beberapa hal yang perlu saya pertimbangkan secara masak. Selain karena sudah megang beberapa projek, seperti legalitas UMKM, pengadaan website UMKM, membangun media berbasis Kediri, Kreasiswa dan beberapa yang lain.

lagian tangan saya juga masih 2, mungkin beda cerita kalau tangan saya sudah 4, pasti akan terasa lebih ringan. (Sorry2 kalau guyonannya garing :v)

Kenapa dia seantusias itu?

Lagi-lagi ini adalah strategi marketing layaknya Easybiz. Easybiz merupakan anak kandung dari situs Hukum Online. Setelah Hukum Online berhasil menjadi rujukan masyarakat dalam mencari jawaban hukum, kemudian lahirlah Easybiz sebagai solusi legalitas yang mereka tawarkan.

Contoh lain, Mas Sugeng. Usai Mas Sugeng berhasil menjadi pemandu handal dalam dunia blogging, kemudian ia menawarkan template yang cukup nyentrik, Evomagz dan Viomagz. So, apa yang ia sajikan secara gratis adalah strategi marketing untuk meledakkan penjualan templatenya.

So, taukan maksud dan tujuan dia?

Btw, Z Barbershop dan Tishoe adalah bisnis yang sedang ia kembangkan. Z Barbershop sendiri sudah memiliki dua cabang di Jakarta, di Cipete dan Cirendeu. Satunya lagi Tishoe dan sudah ada 4 cabang di Jakarta, di Pasar Minggu, Senayan, Semanggi dan baru beberapa hari ini buka cabang lagi di Cipete.

Sekedar ngasih tempe, ini beberapa penampakan Z Barbershop dan Tishoe.

Tishoe
Shoes & Bags-Cleaning & Repair

Tuh kan apa saya bilang, prakira sepatu yang mejeng di foto itu saja pasti 5 jutaan. Ya gak?

Tishoe
Tishoe

Btw, Tishoe melayani cuci sepatu dan tas. So, buatkan kamu yang sepatu atau tasnya lagi kotor dan khawatir rusak kalau dicuci sendiri, silahkan mampir ke Tishoe. Cek IG Tishoe di @Tishoe.co.

Tishoe
Fitri Tropica

Ada yang kenal?

Yaps, itu lah beberapa penampakan Tishoe. Endors? Gak sih, ini bukan konten Endorse. Saya hanya suka saja dengan bisnis ini dan keren juga kalau nanti ada Web khusus tentang dunia sepatu.

Z Barbershop

Z Barbershop
Z Barbershop

Keren bosku Vespanya :v

Ini salah satu sudut dari Z Barbershop. Cukup holic, nyaman dan emang keren abis sih. Soal hasil pangkasnya tentu selaras dengan nuansa ruangannya. Datang jelek, pulang ganteng, begitu katanya. Intip IG Z Barbershop di @Zbarber.shop

Z Barbershop
Z Barbershop

Saya sempat bertanya pada dia tentang desain interior barbershop di Jakarta. Kalau ditelusuri, rata-rata Barbershop di Jakarta pasti tempatnya ketje-ketje, baik desain interiornya, tukang cukurnya, maupun yang lain.

Kata dia, trend potong rambut hari ini bukan sekedar pangkas habis lalu pulang, bukan seperti itu. Barbershop hari ini telah menemukan nilai sesungguhnya tentang rambut. Rambut dipandang sebagai mahkota bagi setiap orang. Karena dia mahkota, maka memotongnya pun harus spesial dan terbaik, bukan asal-asalan.

Ya meski penjelasan dia terkesan berlebihan, saya kira ada benarnya juga sih. Apapun itu, salong yang bersih, rapi, ketje, pasti jauh lebih diminati ketimbang salon yang berantakan dan ala kadarnya.

zbarbershop
Ada yang kenal?

Sepertinya kenal, tapi siapa ya?

Ya seperti itulah diskusi saya dengan dia. Sampai hari ini saya masih bingung,nerima tawaran dia atau tidak? Kalau diterima takutnya malah berantakan, karena yang saya bawa hari ini juga cukup banyak. Tapi kalau tidak diterima, takutnya menolak rizki. Serba salah kan?

Andai saja ada yang gadis yang berkenan menemani, pasti tak sekeder ini :v wkwkwkw. Seriusan nih, kedua tangan saya sudah keder banget, butuh dua tangan lagi. #CandaAja

Sayonara, itulah sekelumit cerita saya, bilamana manteman ada masukan, silahkan disampaikan saja. Saya butuh banget masukan dari kawan-kawan.

 

Regards

Tags
Show More

Mas Halfi

100% Kediri. Ingin meminang Gadis Kediri. Kini sedang meniti karir di Ibukota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close