5 Kiat Sukses Menabung Dana Pendidikan Anak

Tabungan Pendidikan

Ingin menabung hanya berakhir sebagai wacana saja? Ternyata Anda tidak seorang diri yang mengalami kesulitan menabung. Tak hanya berlaku untuk tabungan pendidikan anak saja, kesulitan menabung acap terjadi untuk tabungan yang lain seperti renovasi rumah, dana darurat dan lain-lain. Kenapa, ya? Mungkin Anda memang perlu kiat sukses untuk mengelola keuangan dengan benar. Pastikan dana tabungan untuk berbagai keperluan sudah Anda persiapkan agar tidak menyesal kemudian hari.

Menabung Dana Pendidikan Anak

Buat Anda yang memiliki anak usia dini, wajib mempersiapkan dana pendidikan sejak awal agar tidak kelabakan. Mengingat kebutuhan biaya pendidikan terus meningkat setiap tahun, lho! Yuk, simak kiat mengelola keuangan agar Anda bisa menabung dengan konsisten berikut!

1. Tidak menunda tabungan

Ah, usia anak masih kecil, kenapa harus repot menabung sejak sekarang? Sebaiknya Anda langsung menghilangkan pikiran negatif tersebut, ya! Menunda rencana menabung bisa saja membuat Anda tidak punya simpanan khusus pendidikan buah hati tercinta.

2. Membuat anggaran yang baik

Agar keuangan Anda bisa terkelola dengan baik, pastikan Anda membuat anggaran yang tepat. Buat daftar prioritas mengenai pengeluaran yang paling penting agar Anda bisa membuat berapa persentase yang bisa disisihkan khusus tabungan. Para pakar keuangan merekomendasikan orangtua menyisihkan minimal 10 persen dari nilai gaji untuk kebutuhan pendidikan sang anak.

Anda bisa mencari gambaran biaya yang dibutuhkan untuk masuk sekolah yang diinginkan. Jangan lupa untuk melakukan riset lebih dulu sebelum memilih sekolah yang tepat. Sekolah yang bagus dan berkualitas pasti mematok uang pangkal yang cukup besar. Jika kondisi keuangan tidak memadai, sebaiknya Anda memilih sekolah anak yang sesuai dengan kemampuan finansial.

3. Fokus untuk menabung

Tahukah Anda bahwa tabungan pendidikan si kecil tidak boleh Anda gunakan untuk kebutuhan lain? Sebisa mungkin Anda harus menghindari kebiasaan mencomot uang dari dana pendidikan yang sudah dialokasikan. Fokus untuk menabung memang butuh tekad dan motivasi yang kuat. Konsistensi Anda dalam menabung menjadi hal yang wajib dipatuhi.

Sebaiknya Anda benar-benar menghindari keinginan untuk membeli barang yang bersifat konsumtif. Jika ingin membeli barang tersebut, usahakan menabung atau membeli secara kredit tak masalah. Hanya saja Anda tetap harus punya prosentase kewajiban bayar cicilan yang tidak mempengaruhi persentase menabung pendidikan anak, ya!

4. Memperhatikan perencanaan dana pendidikan anak lebih dari satu

Kalau Anda memiliki punya anak lebih dari satu, sebaiknya memiliki dana pendidikan lebih besar. Inflasi pendidikan di Indonesia sangat tinggi sekitar 15-20 persen setiap tahun. Kalau Anda tidak mempersiapkan tabungan sejak awal, maka anak bakal kesulitan melanjutkan pendidikan.

Buat saja rincian dan pendidikan yang sesuai dengan gaji bulanan dan komitmen kuat untuk menabung setiap bulan. Anda bisa menabung dalam bentuk tabungan rencana, menabung harian di rumah dan lain-lain.

5. Memilih asuransi atau investasi yang menguntungkan

Selain memiliki dana pendidikan mandiri, Anda juga bisa mempertimbangkan asuransi pendidikan anak. Pastikan saja Anda memang memilih pihak asuransi yang memiliki rekam jejak baik dengan nilai premi sesuai kemampuan finansial. Selain asuransi, Anda bisa memilih menyimpan tabungan untuk pendidikan si kecil dalam bentuk investasi.

Jika uang disimpan dalam bank mengalami inflasi tiap tahun, Anda bisa memilih tabungan dalam bentuk deposito atau investasi emas. Investasi emas masih menjadi favorit sebab menawarkan harga yang fluktuatif tiap tahun. Tidak menutup kemungkinan nilai investasi Anda bisa mencukupi kebutuhan dana pendidikan sekaligus keuntungan finansial yang lain.

Kiat menabung tabungan pendidikan anak di atas bisa Anda coba implementasikan dalam kehidupan harian, ya! Teori memang tidak semudah praktik, namun Anda harus mulai menabung sejak sekarang. Kalau Anda terus menunda, biaya pendidikan yang melambung bisa membuat anak-anak tidak bisa melanjutkan pendidikan dengan alasan biaya. Yuk, wujudkan impian si kecil dengan meraih pendidikan setinggi mungkin!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *