Fase Ketiga, Populer itu Penting!
Opini

Fase Ketiga, Populer itu Penting!

Kata kuncinya, popularitas memberikan peluang dan potensi lebih banyak ketimbang mereka yang senyap-senyap saja.

http://www.paddock-gp.com

Mas Halfi – Sebelum ke fase selanjutnya, saya ingin bercerita dulu tentang pengalaman berada di fase penguasaan teknik dan penguasaan bisnis blogger. Secara durasi saya lebih lama berada di fase teknik, karena untuk memahami teknik blogger dibutuhkan keseriusan dan praktik yang berkelanjutan. Sedangkan untuk fase bisnis saya hanya butuh waktu 5 sampai 8 bulan saja.

Saya tidak mendalami fase teknik di bangku kuliah, tidak pula di bangku kursusan, tapi semua teknik yang saya kuasai bersumber dari internet. Di hari ini memang internet menjadi salah satu alternatif paling efektif untuk belajar apapun, tak terkecuali teknik blogger.

Saya belajar teknik blogger dari internet, baik via situs tutorial blogging maupun youtube. Saya juga belajar teknik blogger dari bangku seminar, workshop, diskusi kelompok maupun yang lain. Semuanya saya dapat dari jalur non formal.

Di fase teknik, hal yang menurut saya paling rumit ialah ‘cara menulis konten’. Loh kenapa? Yaps, menulis konten memang menjadi makanan sehari-hari para blogger, tapi menulis konten yang berkarakter tak semua blogger mampu.

Untuk SEO, insya allah saya mampu, sekalipun tidak master. Untuk struktur blog, saya juga mampu dan cukup ahli. Mungkin diranah pemrograman saja yang tidak saya kuasai sepenuhnya. Insya Allah selebihnya saya mampu.

Kembali ke topik, bicara soal teknik sama nilainya bicara soal praktik. Suatu teknik blogging baru bisa diklaim ampuh tidaknya jika sudah melawati tes terlebih dulu. SEO pyramid baru bisa dinilai usai kita membuktikan keampuhannya. So, terlalu ceroboh jika ada blogger men-judge kalau SEO pyramid tak ada daya tawarnya.

Karenanya, bagi saya pribadi, fase teknik ialah fase dimana kita dituntut untuk terus praktik dan praktik. Pemahaman kita tentang teknik diukur dari seberapa banyak kita mempraktikkannya. Semakin banyak praktik, semakin banyak pula menemukan kendala. Semakin banyak kendala, semakin banyak pula solusi yang kita temukan.

Kemudian fase penguasaan bisnis. Saya mengawali fase ini dengan membuka jasa tulis artikel. Kemudian saya lanjut dengan jasa jual beli, jasa kursus online, afiliasi, sampai yang paling popular Google Adsense.

Awal ngeblog saya tidak tahu dan tidak percaya kalau blogger bisa menghasilkan uang. Namun setelah fase demi fase saya jalani, peluang itu akhirnya terbuka juga. Tanpa harus belajar pun, peluang demi peluang akan terbuka dengan sendirinya.

Saya menganggap, semakin baik kita menguasai teknik, semakin banyak pula peluang yang akan terbuka. Begitu pula sebaliknya, semakin sempit teknik yang kita kuasai, semakin sempit pula peluang yang kita dapatkan.

Kalau harus ditanya, manakan bisnis blogger yang paling menguntungkan?

Semua bergantung minat dan kondisi. Kalau kalian punya blog banyak dan semuanya ramai, saya kira Google Adsense lebih cocok. Tapi jika kalian lebih dominan ke kualitas atau teknik menulis, bisnis jual beli/jasa tulis artikel lebih cocok.

Saya pribadi lebih senang jasa tulis artikel, selain lebih mudah dan ringan, saya pribadi memang hobi menulis. Jadi, jika harus menulis 20 sampai 30 artikel dalam sehari dengan kapasitas 500 kata, insya allah saya bisa.

Oke, jadi itulah sedikit cerita tentang perjalanan dan kesan saya di fase kedua dan ketiga. Selanjutnya kita ulas fase selanjutnya, yakni fase popularitas.

Banyak jalan menjadi blogger sukses dan menghasilkan, salah satunya menjadi populer. Popularitas dalam dunia blogger saya kira sangatlah perlu. Melalui popularitas yang kita miliki, kita akan mudah dalam membuka jaringan atau bisnis yang akan kita kembangkan.

Perlu digarisbawahi pula, harus dibedakan antara menjadi populer dan menjadi ahli. Menjadi blogger populer tidak harus ahli terlebih dulu, dan untuk menjadi ahli tidak harus populer terlebih dulu. Masing-masing ada konteksnya tersendiri.

Sugeng bisa populer karena keahliannya dalam menjelaskan tutorial dan membuat template blogger. Begitu pula dengan Blogodolar, Juragan Cipir atau Panduan IM, semuanya populer karena keahliannya dalam menjelaskan tutorial.

Tapi ada pula yang populer namun ia tak ahli apa-apa, yakni Halfi Candra. Ia sempat populer di kalangan blogger lantaran menulis artikel tentang Sugeng Nabinya Umat Blogger. Gara-gara artikel itu ia membuat ribut dunia blogger dan berhasil membuat gaduh menjelang hari Blogger Nasional.

Nah, titik poin yang ingin saya sampaikan bukan gaduh atau ahlinya, tapi bagaimana kita dikenal oleh orang banyak. Soal jalan mana yang mau diambil, itu terserah masing-masing. Kalau kalian mampu seperti Sugeng dkk, ya silahkan. Jika kalian jago buat propaganda, juga silahkan. Yang penting tujuan utamanya ialah populer.

Pertanyaannya, kenapa harus populer?

Bagi saya menjadi populer itu penting. Dikenal orang banyak itu harus. Era milenial memberikan kesempatan besar dan lebih banyak bagi mereka yang populer, baik secara relasi, rizki maupun jodoh. Buktinya, pemain instagram yang followersnya banyak lebih berkesempatan mendapat endorse ketimbang mereka yang followersnya cuma 10 ribuan. Ya kan?

Lagi-lagi fase ini hanya berlaku bagi mereka yang menjadikan blogger sebagai ladang mencari uang, bukan cuma menyalurkan hasrat menulisnya saja.

Untuk bisnis pun sama, ketika kalian populer, kesempatan memperluas bisnis juga lebih besar. Misalnya saja kalian punya bisnis rumah makan, dan kebetulan kalian punya blog kuliner yang ramai pengunjung. Nah, jika popularitas kalian naik, bukan hal yang mustahil followers blog kalian akan berbondong-bondong ke rumah makan kalian.

Atau, ada penguasa yang mau invest ke rumah makan kalian dengan cara membuka cabang diberbagai daerah. Logis kan? Itulah mengapa popularitas itu penting. Kata kuncinya, popularitas memberikan peluang dan potensi lebih banyak ketimbang mereka yang senyap-senyap saja.

Memangnya kenapa kalau blogger tidak populer?

Tidak masalah. Blogger yang berpenghasilan tinggi tidak ada masalah jika ia tidak populer. Tapi akan lebih bagus jika dirinya populer. So, intinya, fase ketiga yang perlu dicapai oleh blogger usai ia berhasil mendapatkan penghasilan dari blog ialah menjadi populer!

Kalau Mas Halfi sendiri ‘kumaha’ caranya bisa jadi populer?

Kalau saya beda. Popularitas saya terbangun dengan propaganda, kegaduhan, kericuhan atau kisruh di dunia blogger. Bukan bermaksud saya bangga dengan kejadian waktu itu, tapi saya menilai kejadian itu membawa dua sisi. Satu sisi menjatuhkan posisi saya sebagai ketua blogger Jakarta, di sisi lain nama saya melambung.

Selanjutnya terserah kalian, mau memakai cara saya atau cara sugeng dkk. Kalau memakai cara saya, kalian harus siap dengan formula yang tajam nan menggelegar, dengan begitu propaganda akan terjadi. Tapi jika dengan caranya Sugeng, kalian perlu skill dan kemampuan marketing tinggi.

So, sampai ketemu di fase selanjutnya ya!

Fase Ketiga, Populer itu Penting!
Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top